Langkahnya memasuki kamar terlihat lelah. Kemudian dia menjatuhkan dirinya di atas kasurku. Di atas kasur tempat biasa kami beristirahat, tergeletak 2 buah selimut yang berbeda warna dan bahan. Yang satu berwarna ungu "Si Mungu" dan lainnya berwarna pink keputihan "Si Mutih". Biasanya setelah membaringkan dirinya, dia akan mengambil Mutih untuk melindungi tubuhnya. Tapi malam ini berbeda. Tangannya membuka lipatan Mungu yang biasanya aku pakai untuk melawan hawa dingin. Setelah dengan perlahan membuka lipatan Mungu, tiba-tiba dia berhenti dan menatap berbinar ke arah Mutih. Dengan segera Mungu dilempar begitu saja ke arah belakang. Aku hanya terdiam sambil terus memperhatikan tingkah lakunya. Aku tak tahan untuk langsung berkomentar, "Hahaha. Kamu parah banget deh. Masa langsung dilempar begitu?" Dan, wajahnya seperti pencuri yang tertangkap basah. Hanya saja ini terlihat bodoh dan malu. Hal ini menjadi lebih lucu lagi karena di saat yang sama aku sedang berpikir seperti ini, "Wah, tumben banget dia ambil Si Mungu. Mungkin dia pengen gw pake Si Mutih kali ya malam ini.." Sekedar informasi, Mutih itu adalah selimut kesukaanku. Bahannya tidak gerah tetapi cukup untuk menghangatkan. Kami berdua tertawa terbahak-bahak sambil terus membahas ekspresi, gerakan, dan sikapnya terhadap Mungu.
Sekian dan terimakasih.
Nb: Mungkin nanti saya akan menambahkan gambar ilustrasi untuk memperjelas situasi lucu yang terjadi hari itu :)
Showing posts with label funny love story. Show all posts
Showing posts with label funny love story. Show all posts
Thursday, September 29, 2011
Sunday, January 30, 2011
Lelang Berat Badan
Me: "Kamu gendutan ya?"
You: "Hihi. Iya nih.."
Me: "Berat kamu berapa sekarang? Hehe. 50 kilo ya? Hahaha.."
You: "Enak ajaa! Engga kok.. Kemaren abis nimbang 47 kilo."
Me: "Aaahh.. Ga percaya. Masa sih? Coba timbang.."
(Sambil sibuk mencari timbangan)
You: "Ih, kamu nih niat banget sih sampe nyari timbangan gitu.. Aku 47.5 kilo palingan.."
*Menghindari acara timbang-menimbang berat badan*
Me: (masih sibuk mencari timbangan)
You: "Yaa, paling-paling juga 48 kilo.. Hahaha." (Berat badan terus naik setengah kilo)
Me: "Hahaha. Kamu naikin terus. Panik banget sih aku nyari timbangan?" (Masih terus mencari)
You: "Hahaha. Ga kok. Kan aku bilang 48.5 kilo." (Masih naik terus tanpa sadar)
Me: "Naahh!! Akhirnya ketemu juga nih timbangan! Hehe. Kamu nimbang gih sekarang.." (Menyodorkan timbangan)
You: (Dengan malas mulai menimbang) Loh??!! Kok 50 kilo??? Hahahaha. Timbangan kamu kacau nih. Pasti ga bener." (Mulai menyalahkan timbangan)
Me: "Wakakaka. Kamu mah geje! :D Jelas-jelas timbangan aku bener. Mulai di angka 0, angka timbangan aku juga bener nih 57 kilo.."
You: (Ketawa terus)
You: "Hihi. Iya nih.."
Me: "Berat kamu berapa sekarang? Hehe. 50 kilo ya? Hahaha.."
You: "Enak ajaa! Engga kok.. Kemaren abis nimbang 47 kilo."
Me: "Aaahh.. Ga percaya. Masa sih? Coba timbang.."
(Sambil sibuk mencari timbangan)
You: "Ih, kamu nih niat banget sih sampe nyari timbangan gitu.. Aku 47.5 kilo palingan.."
*Menghindari acara timbang-menimbang berat badan*
Me: (masih sibuk mencari timbangan)
You: "Yaa, paling-paling juga 48 kilo.. Hahaha." (Berat badan terus naik setengah kilo)
Me: "Hahaha. Kamu naikin terus. Panik banget sih aku nyari timbangan?" (Masih terus mencari)
You: "Hahaha. Ga kok. Kan aku bilang 48.5 kilo." (Masih naik terus tanpa sadar)
Me: "Naahh!! Akhirnya ketemu juga nih timbangan! Hehe. Kamu nimbang gih sekarang.." (Menyodorkan timbangan)
You: (Dengan malas mulai menimbang) Loh??!! Kok 50 kilo??? Hahahaha. Timbangan kamu kacau nih. Pasti ga bener." (Mulai menyalahkan timbangan)
Me: "Wakakaka. Kamu mah geje! :D Jelas-jelas timbangan aku bener. Mulai di angka 0, angka timbangan aku juga bener nih 57 kilo.."
You: (Ketawa terus)
Thursday, January 27, 2011
Ada Heyaya - by: You
Seperti biasa kita sedang berbincang santai sambil berbaring. Lalu sampai di satu momen di mana ada kata-kata yang tak perlu diucapkan tapi tersampaikan lewat tatapan mata. Tiba-tiba kita berdua terbahak karena mengerti apa yang akan terucapkan.
Me: "Kenapa kamu ketawa tiba-tiba? Hahaha.."
You: "Ya abisnya mata kamu kayak mau ngomong sesuatu dan aku tau itu apa. Hahaha.."
Me: "Kenapa? Kayak ada jawaban ya? *mulai nyanyi sambil ketawa-ketawa*
Ada pelangi, di senyummu... Yang membuat lidahku gugup tak bergerak.. Ada pelangi, eehh.. Salah ya? Hahaha.. Kacau."
You: *dengan nada serius dan mau memperbaiki* "Ada heyayaa.." *daang*ternyata kamu lupa juga*
Me: *ngakak kenceng-kenceng* "Makanyaaa.. Kalo mau betulin inget-inget dulu. Hahaha. Bodoh ah kamu.."
Me: "Kenapa kamu ketawa tiba-tiba? Hahaha.."
You: "Ya abisnya mata kamu kayak mau ngomong sesuatu dan aku tau itu apa. Hahaha.."
Me: "Kenapa? Kayak ada jawaban ya? *mulai nyanyi sambil ketawa-ketawa*
Ada pelangi, di senyummu... Yang membuat lidahku gugup tak bergerak.. Ada pelangi, eehh.. Salah ya? Hahaha.. Kacau."
You: *dengan nada serius dan mau memperbaiki* "Ada heyayaa.." *daang*ternyata kamu lupa juga*
Me: *ngakak kenceng-kenceng* "Makanyaaa.. Kalo mau betulin inget-inget dulu. Hahaha. Bodoh ah kamu.."
Monday, November 29, 2010
Aku Sayang ....
Seperti biasa, kamu berbaring di kakiku. Kemudian kita menghabiskan waktu di mobil dan bicara banyak hal. Lalu mulai mengenang dan flash back tentang masa lalu mulai dari saat pertama kita bertemu dan selanjutnya.
Kamu: "Waktu pertama kali kayak gini 'kan kamu bilang pengen berhentiin waktu."
Aku: "Iya, aku inget. Takut banget waktu kamu pulang semua bakal berakhir."
Kamu: "Iya, takut setelah 3 hari semuanya bakal berubah. Udah gitu lewat 3 hari, seminggu yang kamu takutin. Eh, ternyata kita sampe di sini juga. Hampir 6 bulan, yang."
(hening sejenak)
Kamu: "Yang, tau ga? Aku sayang banget sama... mobil ini."
*daaangg*
Sambil menoyor kepala kamu aku lalu berkata, "Duh, kamu nih selalu ngerusak suasanaaaa..!" >:l
Kamu: "Waktu pertama kali kayak gini 'kan kamu bilang pengen berhentiin waktu."
Aku: "Iya, aku inget. Takut banget waktu kamu pulang semua bakal berakhir."
Kamu: "Iya, takut setelah 3 hari semuanya bakal berubah. Udah gitu lewat 3 hari, seminggu yang kamu takutin. Eh, ternyata kita sampe di sini juga. Hampir 6 bulan, yang."
(hening sejenak)
Kamu: "Yang, tau ga? Aku sayang banget sama... mobil ini."
*daaangg*
Sambil menoyor kepala kamu aku lalu berkata, "Duh, kamu nih selalu ngerusak suasanaaaa..!" >:l
Sunday, November 7, 2010
Menteng Prapatan
"Yang, Hotel Borobudur itu di mana ya?" kamu bertanya dengan ragu. Aku mencoba menjelaskan kira-kira jalan mana yang kamu pernah lewati. "Kamu tau Menteng, kan?" aku bertanya. Dengan yakin kamu menjawab, "Kayaknya tau deh. Menteng Prapatan itu, kan?"
(sunyi sekejap)
"Yaaanggg, itu mah Mampang Prapataaannn... Kamu bodoh aahh.. Hahaha." aku langsung berseru.
"Iyaaa, itu deh maksud aku.." kamu masih mencoba ngeles. Kemudian kamu berkata, "Menteng kan juga ada banyak prapatannya, yang. Hahaha."
Mau Gelas?
Seperti biasa, kita senang berbaring saling menatap dan menyampaikan rasa. Sampai waktu mulai tak terasa dan perut kita mulai meraung meminta makanan. Lalu dengan lembut kamu berkata, "Kamu laper, yang? Aku ambilin gelas ya.." dengan polos kamu bertanya dan tanpa maksud usil atau apapun. Dan karena kebodohan kamu itulah aku dengan spontan sambil menoyor kepala kamu aku berkata, "GELAS? Hahaha. Emangnya makan pake gelas yang? Atau aku kuda lumping sampe makan gelas?"
Kamu hanya tertawa tergelak. Dasar bodoh.
Wednesday, November 3, 2010
Nasi Padang vs. Pasangan Hidup
Saat itu kami sedang berbaring, saling berhadapan dan mulai bicara serius, atau mungkin bisa disebut romantis.
"Kamu punya siapa?" aku bertanya.
"Aku punya kamu sayang," ujarmu lembut. "Aku percaya banget sama kamu. Kenapa ya aku segitu percayanya sama kamu buat jadi pasangan hidup aku?"
Sambil tersenyum malu aku terdiam dan tak mampu menjawab pertanyaan kamu. Rasanya kita luar biasa sedang jatuh cinta. Terus-menerus menebar mimpi yang menurutku tak apa bermimpi selama mimpi itu masih gratis. Lalu aku mulai menjawab,"Ga tau sayang.. Mungkin karna kamu sayang banget sama aku dan tau aku bakal jagain kamu?"
Kamu diam selama beberapa detik dan aku menunggu sambil mengusap dahimu. Tiba-tiba kamu berkata, "Yang, kalo nasi padang bisa delivery ya?"
*daaaanggggg*
"Kamu tuh ya.. Tiap diajak ngomong serius pasti tetep ujung-ujungnya makanan." aku langsung berseru sambil menoyor kepalanya. "Bener-bener ngerusak suasanaaaa!!!" sambil terus tertawa geli melihat ulahnya.
Friday, October 15, 2010
Alasannya
Berawal dari pembicaraan tentang apa yang kita lakukan pada tanggal-tanggal itu. Mencoba mengingat-ingat, tapi kita berdua lupa sama sekali ke mana. Lalu terjadi perbincangan ini di mobil:
T: "Kamu udah ga nulis diary lagi?"
N: "Udah ga.. Buat apa nulis diary? Rasanya kayak ada yang disembunyiin aja. Lagipula kan udah ada kamu tempat buat aku sharing. Iya, kalo mau ngomong sayang tinggal ngomong, kalo kangen tinggal sms kamu.." (kayaknya sweet banget)
N: "Iya, kalo lagi uring atau marah tinggal marah ke aku deh.."
*daaangggg*
T: "Hahahahahaha. Kamu nihhhh... Pinter banget sihhh.." *sambil ngakak sambil mukul-mukul tangan plus noyor-noyor kepala*
N: "Hahahaha. Pantes aja yaaa.. Selalu deeh.." *ga kemakan gombalan sama sekali*
Subscribe to:
Posts (Atom)