A friend of mine told me to get you back again if you're really the one I want. Maybe until I have no energy and love left.
But honestly I'm not ready to do it again
I've done it, not once, but twice
They ended up with me broken,
again and again
I'm not ready to be broken again
I still have much for you but you don't
Even deep down inside I wanna do it,
I don't know how and I'm not sure I can
Actually I wanna prove to you that,
I'm better now
I can balance you
I can love you better than before
I can be more patient
But I don't have any chances to do those
I have so much to give but you don't want mine anymore
It's sad but the fact
How hard I deny or fight it, it will bite me back
And I'm not capable to accept that kind of hurt anymore
Yes, I admit that I'm weak and I love you so much
But still, I don't wanna disturb you with my selfishness
It's not love but just an obsession
Showing posts with label love story. Show all posts
Showing posts with label love story. Show all posts
Saturday, April 13, 2013
The Reasons Why
You are a PERFECT FIT for me
The one who doesn't put any interest in technology
Always asks me about it
Who considered my opinions though I'm ten years younger
We could chat all the time without getting bored,
talked and shared about everything
We were romantic and sweet
You appreciated my efforts and loved me in a perfect way
You responded to me and my problems very well
Maybe I'm exaggerating this thing
Because if you were the right one, we would still together now
But I'm sure you understand this
You're really my type
Beautiful, flirtatious but not too sassy,
hard worker, smart, a very good listener,
and you mixed up well with my friends
You can be a friend for my friends.
Not just a "girlfriend of mine" who was good at them because you were my girlfriend
Maybe I write all these things above because I really love you deeply and true
I know you're not mine anymore
I don't know how to make this right and I don't have that chance anyway
I just know that letting you go is the biggest mistake in my life
And I will give everything to have you back in my life
Sunday, August 19, 2012
Last Letter
That day I came to you suddenly. I didn't plan it before. The timing was right that time. So I went to your work place. Surprised! It was empty! When I saw the announcement paper (also the map) that has been stamped on the fence, I was so in a rush to get in the car and went to your new one.
Before I was arrived there, I sent you a text first and you replied it while I was waiting for you in front of that place. Because it was pending, I decided to call you and tell you about me being there. You came downstairs and met me. I was both so happy and sad at the moment I saw you. My heart felt like it would explode anytime soon. Hugging you was the thing I wanna do most, so I hugged you tight. After you finished your work, you gave me time to chat by asking me to grab a dinner. That night's event was when I told you I wanna wait for you and still love you a lot. But you said that you would feel more comfortable with this kind of situation and relationship now. Just friends, not more than that. You also told me that you've been closed to a guy and how nice he is. And the thing that made me sad more was you were wearing a ring from him. Ironic though. I've just given you a ring after 1.5 years relationship and you already wore his ring even before you start your relationship. Honestly, I was hurt so much and I started to cry because of it. Not because I wanted you to wear mine, but I just felt replaced. Those things really hit me hard but helped me realize at the same time. That was the end of our story and we will never be together again. It's time to say goodbye to you and our love.
Goodbye...
Before I was arrived there, I sent you a text first and you replied it while I was waiting for you in front of that place. Because it was pending, I decided to call you and tell you about me being there. You came downstairs and met me. I was both so happy and sad at the moment I saw you. My heart felt like it would explode anytime soon. Hugging you was the thing I wanna do most, so I hugged you tight. After you finished your work, you gave me time to chat by asking me to grab a dinner. That night's event was when I told you I wanna wait for you and still love you a lot. But you said that you would feel more comfortable with this kind of situation and relationship now. Just friends, not more than that. You also told me that you've been closed to a guy and how nice he is. And the thing that made me sad more was you were wearing a ring from him. Ironic though. I've just given you a ring after 1.5 years relationship and you already wore his ring even before you start your relationship. Honestly, I was hurt so much and I started to cry because of it. Not because I wanted you to wear mine, but I just felt replaced. Those things really hit me hard but helped me realize at the same time. That was the end of our story and we will never be together again. It's time to say goodbye to you and our love.
Goodbye...
with love
the person who loves you so much
Wednesday, February 1, 2012
Bingung
Biasanya aku langsung menulis panjang saat patah hati
tapi entah kenapa sekarang semua rasanya tak berarti
Entah mau menulis apa dan kata-kata apa yang mewakili
rasanya kepalaku penuh dan tak tahu harus berbuat apa
Aku kehilangan kamu yang biasanya jadi inspirasi
kehilangan rasanya dibutuhkan seseorang yang istimewa
Jadi semua sekarang tak lagi berguna
Aku jadi sering merasa mengawang-ngawang
Entah kapan akan berakhir
tapi entah kenapa sekarang semua rasanya tak berarti
Entah mau menulis apa dan kata-kata apa yang mewakili
rasanya kepalaku penuh dan tak tahu harus berbuat apa
Aku kehilangan kamu yang biasanya jadi inspirasi
kehilangan rasanya dibutuhkan seseorang yang istimewa
Jadi semua sekarang tak lagi berguna
Aku jadi sering merasa mengawang-ngawang
Entah kapan akan berakhir
Wednesday, May 11, 2011
Arti Angka Sebelas
sebelumnya kita,
1 hati yang terluka
1 cinta yang tak dianggap
1 rasa yang terbuang
1 jiwa yang tertinggal
sekarang kita,
2 jiwa saling terikat
2 rasa saling menguasai
2 cinta saling melengkapi
2 hati saling tersenyum
“seperti potongan puzzle yang telah lengkap
seperti warna-warna indah yang ada di lembaran kanvas putih
seperti puing-puing yang kembali menyatu
kita saling ada dan saling melengkapi
tak selalu sempurna dan ada bagian yang retak
tapi kita masih ada di sini dan itu yang membuatnya menarik
mempertahankan rasa yang kita sebut cinta
mempertahankan janji yang kita sebut komitmen”
angka ‘11’ menggambarkan dua angka ‘1’ yang bergabung,
agar akhirnya terbentuk sebuah angka yang disebut ‘sebelas’
Wednesday, April 13, 2011
Happy 10 Months

Thank you for your love and support all this time
Thank you for all the experience and lesson I've got from being with you
I heart you!
-12.04.11-
Tuesday, January 25, 2011
Tentang Kita yang Terlewat
Entah terlalu banyak atau mungkin aku yang tak lagi sempat menulis cerita tentang kita di sini. Tapi yang jelas jika aku tulis semua cerita yang kemarin terlewat, mungkin akan muncul beberapa post yang tiba-tiba banyak. Sekarang aku akan ringkas semua cerita kita dalam satu post yang terbilang sedikit lebih panjang.
Natal menjadi momen penting aku kembali bersama keluargaku setelah jarang sekali aku kembali ke ibukota. Dua hari setelah Natal aku kembali ke kota di mana ada kamu yang akan menghabiskan waktunya bersama denganku. Momen yang jarang kita punya karena berbagai kesibukan, kewajiban, dan status kamu. Kamu yang berkata tidak tahu harus ke mana saat tak ada aku membuatku ingin cepat kembali bersamamu. Kita habiskan waktu di tempatku dan kamu menginap beberapa hari. Aku sangat senang walaupun ada beberapa kali kita bertengkar karena berbagai masalah. Tahun baru aku lewati sendirian, tetapi aku tahu subuh nanti akan ada kamu (meski kita juga bertengkar saat itu).
Libur telah usai dan kamu berkata inilah saatnya kembali ke dunia nyata, dunia di mana tak ada aku di situ. Kamu sedang menghadapi masa-masa sibuk menjelang sidang dan aku hanya bisa mendukungmu dari belakang. Tak apa sampai hari itu datang. Hari di mana terjadi salah paham hingga kamu benar-benar tak mengenal aku. Mengira aku bisa begitu gila dan menghancurkan hal penting di hidupmu. Saat itu aku merasa kamu tak pernah benar-benar mengenal aku. Salah paham ini membuat kita tak bertemu sekitar sepuluh hari. Awal yang sulit tetapi aku terbiasa akhirnya. Lagipula kamu memang sedang sangat sibuk dan aku tak mau mengganggu.
Lalu tanggal penting setiap bulan itu datang. Tujuh bulan sudah kita lewati bersama. Aku menyiapkan hadiah dan kejutan kecil untukmu. Tak ingin memori terakhir kita yang buruk itu menjadi memori yang terkenang. Tetapi esoknya, hari di mana kamu sudah menyelesaikan sidang, kita kembali berselisih paham lagi. Sungguh aku bingung dan juga lelah. Aku tak ingin terus-menerus bertengkar dengan kamu. Lalu kembali kita putus kontak sampai empat hari dan akhirnya aku mengajak kamu makan malam. Tak banyak bicara karena aku masih bingung dan tak tahu harus seperti apa. Aku merasa selalu salah dan kurang. Tapi di satu sisi aku telah berusaha semampuku. Justru saat itu aku merasa kamu tak lagi perlu atau sayang aku. Bisa dibilang aku merasa berat sebelah. Rasanya sakit melihat kamu tak ada keinginan memperjuangkan atau apapun. Kamu masih saja suka mengabaikan janji, tak memberi kabar, dll. Sampai hari itu ketika aku mencoba baik-baik saja dengan semuanya, kita bertengkar hebat karena masalah emosionalku di jalanan. Saat itu aku merasa kamu terus menyalahkanku dan menuntut aku untuk tak menjadi diriku. Padahal aku mencoba dan terus mencoba. Merasa tak bisa di semua aspek aku berubah dan menjadi orang lain. Kemudian kalimat yang paling aku takutkan itu muncul. Kamu berkata kamu sudah lelah denganku dan dengan semua keadaan ini. Keadaan di mana hubungan kita tak diuntungkan dan harus selalu berpura di depan orang lain. Kamu ingin kembali seperti kamu yang dulu. Berurai air mata kujelaskan betapa tidak relanya aku dengan keadaan ini. Betapa aku merasa ini tidak adil untukku. Memberitahu kamu bahwa aku hancur dan tak bisa lagi menerima alasan klise itu. Kamu mengakui sudah datar sejak kejadian sebelum sidang itu membuat aku makin hancur. Ternyata perasaanku benar. Saat itu kamu sedang tak peduli padaku. Dengan semua kata-kata dan airmata, akhirnya kamu mengerti dan membatalkan niatmu untuk mengakhiri ini semua. Dan kamu menunjukkan bahwa kamu masih peduli denganku.Kamu bilang kamu akan berusaha dan meminta maaf karena selama ini mungkin kurang berusaha. Bahwa selama ini kamu sudah cukup dilelahkan dengan semua kewajiban dan kesibukan kamu sampai tak punya lagi tenaga untuk berjuang di hubungan ini.
Maka di sinilah kita sekarang. Mencoba lagi memperbaiki diri masing-masing dan mengerti bahwa sebuah hubungan harus dijaga dan dipupuk. Tak sekedar dibiarkan tumbuh sembarangan tanpa ada usaha di sana. Walaupun tetap ada perasaan tidak aman dan bisa kehilangan kamu sewaktu-waktu, tapi aku berterima kasih untuk keinginan mencoba dan memperbaiki semuanya. Sungguh, aku menghargai itu semua.
p.s. I love you
Natal menjadi momen penting aku kembali bersama keluargaku setelah jarang sekali aku kembali ke ibukota. Dua hari setelah Natal aku kembali ke kota di mana ada kamu yang akan menghabiskan waktunya bersama denganku. Momen yang jarang kita punya karena berbagai kesibukan, kewajiban, dan status kamu. Kamu yang berkata tidak tahu harus ke mana saat tak ada aku membuatku ingin cepat kembali bersamamu. Kita habiskan waktu di tempatku dan kamu menginap beberapa hari. Aku sangat senang walaupun ada beberapa kali kita bertengkar karena berbagai masalah. Tahun baru aku lewati sendirian, tetapi aku tahu subuh nanti akan ada kamu (meski kita juga bertengkar saat itu).
Libur telah usai dan kamu berkata inilah saatnya kembali ke dunia nyata, dunia di mana tak ada aku di situ. Kamu sedang menghadapi masa-masa sibuk menjelang sidang dan aku hanya bisa mendukungmu dari belakang. Tak apa sampai hari itu datang. Hari di mana terjadi salah paham hingga kamu benar-benar tak mengenal aku. Mengira aku bisa begitu gila dan menghancurkan hal penting di hidupmu. Saat itu aku merasa kamu tak pernah benar-benar mengenal aku. Salah paham ini membuat kita tak bertemu sekitar sepuluh hari. Awal yang sulit tetapi aku terbiasa akhirnya. Lagipula kamu memang sedang sangat sibuk dan aku tak mau mengganggu.
Lalu tanggal penting setiap bulan itu datang. Tujuh bulan sudah kita lewati bersama. Aku menyiapkan hadiah dan kejutan kecil untukmu. Tak ingin memori terakhir kita yang buruk itu menjadi memori yang terkenang. Tetapi esoknya, hari di mana kamu sudah menyelesaikan sidang, kita kembali berselisih paham lagi. Sungguh aku bingung dan juga lelah. Aku tak ingin terus-menerus bertengkar dengan kamu. Lalu kembali kita putus kontak sampai empat hari dan akhirnya aku mengajak kamu makan malam. Tak banyak bicara karena aku masih bingung dan tak tahu harus seperti apa. Aku merasa selalu salah dan kurang. Tapi di satu sisi aku telah berusaha semampuku. Justru saat itu aku merasa kamu tak lagi perlu atau sayang aku. Bisa dibilang aku merasa berat sebelah. Rasanya sakit melihat kamu tak ada keinginan memperjuangkan atau apapun. Kamu masih saja suka mengabaikan janji, tak memberi kabar, dll. Sampai hari itu ketika aku mencoba baik-baik saja dengan semuanya, kita bertengkar hebat karena masalah emosionalku di jalanan. Saat itu aku merasa kamu terus menyalahkanku dan menuntut aku untuk tak menjadi diriku. Padahal aku mencoba dan terus mencoba. Merasa tak bisa di semua aspek aku berubah dan menjadi orang lain. Kemudian kalimat yang paling aku takutkan itu muncul. Kamu berkata kamu sudah lelah denganku dan dengan semua keadaan ini. Keadaan di mana hubungan kita tak diuntungkan dan harus selalu berpura di depan orang lain. Kamu ingin kembali seperti kamu yang dulu. Berurai air mata kujelaskan betapa tidak relanya aku dengan keadaan ini. Betapa aku merasa ini tidak adil untukku. Memberitahu kamu bahwa aku hancur dan tak bisa lagi menerima alasan klise itu. Kamu mengakui sudah datar sejak kejadian sebelum sidang itu membuat aku makin hancur. Ternyata perasaanku benar. Saat itu kamu sedang tak peduli padaku. Dengan semua kata-kata dan airmata, akhirnya kamu mengerti dan membatalkan niatmu untuk mengakhiri ini semua. Dan kamu menunjukkan bahwa kamu masih peduli denganku.Kamu bilang kamu akan berusaha dan meminta maaf karena selama ini mungkin kurang berusaha. Bahwa selama ini kamu sudah cukup dilelahkan dengan semua kewajiban dan kesibukan kamu sampai tak punya lagi tenaga untuk berjuang di hubungan ini.
Maka di sinilah kita sekarang. Mencoba lagi memperbaiki diri masing-masing dan mengerti bahwa sebuah hubungan harus dijaga dan dipupuk. Tak sekedar dibiarkan tumbuh sembarangan tanpa ada usaha di sana. Walaupun tetap ada perasaan tidak aman dan bisa kehilangan kamu sewaktu-waktu, tapi aku berterima kasih untuk keinginan mencoba dan memperbaiki semuanya. Sungguh, aku menghargai itu semua.
p.s. I love you
Friday, November 19, 2010
Tahukah Kamu?
Tahukah kamu mengapa aku berani mengatakan kalimat itu? Karena jujur aku tak pernah merasa siap. Tapi siap ataupun tidak, hal ini harus kuhadapi. Setelah memutar otak dan menguatkan hati, aku mengatakan hal itu. Hal yang kutahu akan membuatku kehilangan kamu untuk selamanya. Karena kamu selalu mendorongku untuk pergi. Kali ini aku pergi dan aku tahu saat itu bahwa kamu tak akan memintaku kembali.
Tahukah kamu?
Semua itu karena semua ucapku tak lagi bisa menenangkan. Tak bisa lagi menyelesaikan. Tak bisa lagi mencari solusi. Tak tahu lagi harus berkata apa. Setiap kali bicara terlihat wajahmu yang lelah mendengarkan aku, yang merasa terjebak dan tak bisa melangkah, yang juga tak tahu lagi harus berbuat apa.
Semua itu karena air mataku tak lagi berarti. Semua hal yang kulakukan untuk mencoba menyelesaikan atau mempertahankan terasa percuma.
Semua itu karena belakangan tak lagi kulihat ekspresi lain darimu selain marah, terbeban, dan lelah. Tak pernah lagi menitikkan air mata untuk meyakinkanku bahwa kamu memang sayang aku.
Tahukah kamu?
Bahwa mungkin benar katamu. Aku harusnya menerima bahwa akhirnya kamu akan berbalik dariku dengan alasan yang sama. Bahwa aku harus membuktikan semua tulisanku baik lagu, cerita, ataupun puisi. Dan kini aku telah melakukannya, tanpa tahu berapa lama akan sembuh. Tapi aku yakin suatu hari aku akan baik-baik saja. Kuharap kamu juga mendapat yang terbaik seperti yang kamu dan sekitarmu inginkan. Yang aku tahu pasti, itu bukan aku.
Terima kasih untuk semua kenangan indah selama 160 hari merangkai kisah bersamaku. Mungkin kali ini aku harus menggoreskan kata the end untuk buku cerita kita.
Sekarang Semua Terbayang
Dulu selalu kubilang tak terbayang tanpamu
Dulu selalu kurasa takkan mampu tanpamu
Dulu selalu kupegang janjimu menemani
Dulu selalu kupegang tanganmu melindungi
Sekarang harus kukatakan bayangan itu mulai jelas
Sekarang harus kuakui bahwa hubungan ini telah selesai
Sekarang tak mampu lagi kuhadapi ekspresi lelahmu
Sekarang tak mampu lagi aku menahanmu pergi
Duniaku tak akan pernah sama lagi
Karena aku telah memilih melepasmu
Bukan aku merasa kuat atau bisa
Tapi karena aku tak sanggup lagi menahanmu
Monday, November 8, 2010
Destroyed
Lagi-lagi terulang hal yang sama. Dengan mudah kamu menyuruhku melepaskan kamu. Kali ini aku terasa sangat marah. Hanya karena kesalahan itukah kamu membuang aku? Kucoba mengerti setiap kali, walau tak sempurna. Ku minta kau mengerti salahku kali ini, sesulit itukah? Alasan yang kamu beri terasa sangat klise. Itu hal-hal yang harusnya sudah kamu sadari dari awal, bukan sekarang setelah sampai di sini. Jangan menyakiti aku seperti ini, kamu tahu aku tak bisa. Kamu tahu aku akan bereaksi seperti apa. Setelah beberapa minggu ini terasa kembali manis dan luar biasa indah, berbagi semua mimpi dan kata-kata sayang, kamu ingin aku mengikhlaskan semua begitu saja? Apakah kamu memikirkan aku? Atau hanya kamu dan sekelilingmu di mana itu tidak termasuk aku? Kamu bilang pilihanmu yang menghancurkan kamu sekarang. Dan pilihan itu adalah keputusan untuk bersama aku. Sakit luar biasa, mungkin kamu tak tahu rasanya. Bagaimana bisa dia mempengaruhi kamu begitu hebat? Sedang aku yang selalu berusaha melakukan yang terbaik tak berarti di mata kamu? Mengapa dia mencoba menghancurkan hidupku sedangkan aku tak pernah mengganggu hidupnya? Apa belum puas dengan yang dia dapatkan sekarang? Dua kali kamu berbuat hal yang benar-benar menghancurkan aku. Dua kali kamu ingkari janji untuk menemaniku. Tak tahu kali ini dapatkah hati ini kembali seperti semula atau akan hancur hingga aku jadi gila. Aku tak pernah tahu dan tak mau tahu. Sekali lagi akan kehilangan orang tersayang karena alasan yang sama. Mampukah aku melewatinya? Atau tak mampu lagi bertahan dan berjuang. Adilkah ini untukku saat bukan masalah antara kita yang memisahkan? Egois. Setelah kau memungut cintaku yang sedang mengemis di jalanan hatimu, kemudian kau buang lagi cintaku. Lalu buat apa kau pungut waktu dulu? Apakah hanya untuk dinikmati indahnya kemudian pergi setelah puas dan rasa bersalah kembali merundung kamu, kamu pergi tanpa perduli bagaimana aku di sini? Dan dengan mudahnya kamu bilang ikhlas, ikhlas, dan ikhlas.
Sayang, aku bukan malaikat.
Monday, November 1, 2010
Marry Me, Please?

*** (di rumah sakit)
Aku menemanimu mendaftar, periksa tekanan darah, dan mengobrol dengan dokter penyakit dalam itu. Menurut kita, dokter itu memang kurang informatif. Tidak memberi tahu detail kira-kira cara pencegahan lebih lanjutnya harus bagaimana, penyebabnya apa, dan sebagainya. Ya sudah, akhirnya kita pulang saja setelah menebus resep dengan birokrasi yang berbelit-belit itu.
*** (di rumahku)
Kamu tiba-tiba berkata, "Hey, maaf tadi aku ngegandeng kamu di lorong. Hehe. Aku beneran lupa tadi. Bahkan aku hampir aja menggelendot ke kamu."
"Gapapa.. Aku malah seneng tadi kamu kayak gitu. Aku ga lupa sih, tapi tadi menikmati aja. Makanya tadi aku senyum-senyum." jawabku.
"Habis, tadi aku ga ngerasa sendirian waktu keluar dari rumah sakit. Karena ada kamu yang nemenin aku. Udah kayak pasangan aku aja. Hehe." kamu masih mencoba terus menjelaskan.
"Iya, gapapa sayang. Aku kan tadi udah bilang kalo aku emang seneng kamu kayak tadi. Rasanya berarti aja." sambil mengusap rambutmu mesra.
Lalu tiba-tiba muncul pernyataan dari kamu yang benar-benar membuat aku tak berhenti tersenyum sampai saat ini, "Marry me, please?"
Oh my God, aku speechless. Aku cuma menjawab begini, "Iya, aku mau dan bakal cepet lulus biar bisa sama kamu."
Kamu dengan manja hanya menjawab, "Cepet ya.. Jangan lama-lama."
Saat itu aku hanya bisa tersenyum mendengar kamu
Wednesday, October 27, 2010
Semua Ada Alasannya
Beberapa waktu yang lalu aku sempat bertanya pada cinta, "Ke mana kamu pergi, cinta? Kenapa belakangan ini tak ada perasaan berbunga-bunga yang biasa aku rasakan dari hembusanmu?" Tak ada jawab, hanya ada diam. Hanya terasa sesak dan kesadaran bahwa cinta sedang tak ada.
***
Sejak dua hari lalu aku mulai merasa cinta kembali lagi. Membelai hangat aku dan kamu. Terasa dari setiap dekap dan kecupan bibirmu yang mesra. "We're fallen in love again, dear..." itu pikirku. Aku merasa senang setiap membaca balasan smsmu yang manja dan tak lagi seadanya. Lalu sewaktu ada kesempatan, aku bertanya kepada cinta yang sedang memandangiku, "Hey, ke mana saja kamu kemarin? Mengapa kamu meninggalkan aku? Bahkan lebih parah lagi, kamu mengacuhkanku yang sedang bingung."
Kemudian dengan tenang cinta menjawab, "Oh, aku hanya pergi sebentar. Ya, rindu kebebasan dan ruang gerak saja. Sekalian menguji hatimu itu. Apakah kamu akan tetap bertahan atau kamu pergi mencari cinta yang lain. Tapi sekarang aku tampaknya mengerti apa yang kamu rasakan."
Aku hanya bisa terdiam saat mendengar jawabannya. Terasa ada emosi juga di hati. "Tahukah kamu betapa aku lelah saat itu? Dan hatiku rasanya sakit seperti dipukul-pukul?"
Tiba-tiba cinta menjawab dengan lembut, "Ya aku tahu. Tapi perjuangan tak bisa diuji jika tak melewati pahit, sayang..."
menangis adalah bagian dari cinta dan aku tak pernah sedikitpun menyesal menangis untukmu
Sunday, October 17, 2010
Irreversible
"once broken can always be fixed, but it will never be the same again"
Aku terluka, sangat terluka
Kamu tahu betapa ini akan membekas?
Saat kamu mengatakan ingin pergi
Saat itu kamu telah siap kehilanganku
Kamu yang aku sayang dan percaya,
tiba-tiba bicara dan bertindak begitu
Tak percaya tapi ini kenyataannya,
bahwa kamu tak perduli perasaanku saat itu
Perasaan kosong dan hampa masih terasa
Mata yang sembab menjadi saksi
Air mata menjadi ungkapan nyata
Betapa aku terluka dan hancur saat itu
(17 Okt 2010, malam hingga dini hari yang pilu)
Friday, October 15, 2010
Sedalam Rasa, Sejauh Mimpi
"Kamu berarti banget buat aku, yang... Sekesel apapun aku, itu ga sebanding ama rasa sayang aku... Gimana caranya bisa lepasin kamu kalo aku terlalu sayang kamu? Aku akan selalu jagain kamu semampu aku. Aku ga pengen kehilangan kamu. Pengen selamanya bisa sama-sama kamu dan hidup sama kamu. Kerja dan bangun keluarga sama kamu. Ga pengen kamu kecapean karena kerja terus sendirian. Pokoknya sayang banget sama kamu. Makasi ya buat 4 bulan ini.. :)"
Thursday, October 14, 2010
Cerita dan Kenangan
Lalu kita memulai perbincangan kita. Seperti biasa, banyak yang kita bicarakan. Mulai dari hal yang tidak penting sampai yang paling penting. Aneh kadang rasanya saat kita sering berbincang tapi tak pernah kehabisan topik. Mungkin ini yang disebut chemistry.
Mengenang... Salah satu kegiatan yang lumayan sering kita lakukan. Buat kita mengenang itu menyenangkan. Bisa mengerti keadaan masing-masing saat itu dan merunut kembali rangkaian kisah potongan dari ingatan kita masing-masing. Jujur saja, kadang masih terasa ganjil jika mengingat dari awal perkenalan kita hingga sampai di titik yang sekarang. Aku merasa banyak hal nekat yang aku perbuat. Tapi semua usaha yang bisa dibilang nekat itu akhirnya berhasil sampai di sini. Titik di mana kita akan memulai segala sesuatunya lagi dan melakukan yang terbaik untuk kamu, aku, kita.
I'm happy to be with you
Hard to Imagine
It's hard to imagine when you won't be here anymore
When we have to choose our own way
It's going to be more harder than before
Because I love you much more along with the time
You convince me a lot that you love me too
and I am no doubt about yours
But honestly I'm not sure of others' pressure
Thing that can make me lose you as mine
You are my precious one and what scares me most is losing you
Wednesday, October 13, 2010
Start From A Simple Thing
Sekarang kamu lagi terlelap pulas di ranjangku. Aku sedang mengetik tak jelas di depan laptop. Sedang ingin menulis tentang betapa bahagianya aku. Ya, daritadi aku tak bisa berhenti tersenyum saat bersama kamu. Entahlah, bagiku kamu sangat lucu. Bisa mengelus kepalamu sambil mengusap-usap rambutmu, menggenggam jari-jemarimu, membisikkan kata-kata sayang, bahkan dibisikkan kembali kata-kata sayang dari kamu. Hal-hal kecil di atas yang bisa membuat aku tersenyum dan tak mampu berhenti memikirkan kamu. Tak perlu terlalu berlebihan atau rumit, hal-hal sederhana itu punya daya lebih dalam menyentuh hati kita berdua.
everything starts from a simple lovely thing
just like our love, as simple as that
it only needs time & space for growing up
and it will be an everlasting one
It's You!
Thanks for being with me all this timeThanks for spending your time for me
Thanks for being a beautiful story in my life
Thanks for sharing your life with me
It's 4 months already, nduls..p.s. I love you
Being With You is Everything
"to love someone is nothing, to be loved by someone is something. to love and be loved by someone is everything.."Dengan kamu berarti aku mendapatkan SEGALANYA. Ya, segalanya. Karena aku bukan hanya mencintai seseorang atau sekedar dicintai oleh seseorang. Tapi aku mencintai dan dicintai kamu, orang yang memberi aku cinta dan menerima cinta aku. Kamu satu-satunya yang ada di hati dan pikiranku kemarin, saat ini, dan aku berharap selamanya.
To love YOU and be loved by YOU is EVERYTHING
Bersama Kamu
I love youI need you
Kata-kata ini bukan sekedar kata sembarang yang keluar dari mulut aku. Tapi ini semua murni perasaan aku pada kamu. Apa yang kemarin aku ketik di sms adalah keinginan terbesar aku saat ini. Aku ingin bersama-sama kamu selamanya, membangun keluarga dengan kamu, bekerja juga agar kamu tidak selelah sekarang, dan hidup bahagia bersama kamu. Intinya adalah bersama kamu. Terimakasih untuk empat bulan indah penuh dengan tawa dan tangis bersama kamu. Karena bersamamu adalah kebahagiaan terindah dalam hidupku.
12.10.2010
Subscribe to:
Posts (Atom)